Wasiat Buruh Pelitur

mereka bilang aku mampus
karena tak menemukan utuh
jasad badanku
karena darah
serta geletak bangkai manusia
tak pengaruhi pesta pora
dalam istana ibukota

mereka tak pernah tahu
aku masih hidup
terus mengintai para perampok itu
mereka bisa ngomong
pejuang vietkong
sebagai pemberontak
mereka bisa ngomong
pejuang kuba
sebagai teroris
pun aku
sebagai sampah pinggiran
tapi mereka tak pernah tahu
aku masih hidup
terus mengintai para perampok itu

untukmu penguasa tanah
jangan kira aku mati
karena aku takkan sudi
jeritanku terus menggema
datang dari ranting pohon
yang diratakan aspal jalanan
dari sumur-sumur tua
yang dimasukkan bangkai manusia
dari riak air sungai
yang memerah darah manusia
dari desir udara
yang melahirkan seribu aku
menuntut keadilan
yang dulu kau renggut

untukmu kasihku
kau tahu
aku selalu merindu
dan aku masih hidup
walau hanya bisa menatap jauh
aku akan segera pulang
walau akan segera pergi kembali
menuntut hak-hak yang dicerabut
dari kamar sempit kontrakan kita

untukmu buah hatiku
kalau ada yang menanyakan
kenapa bapakmu dicari-cari polisi
jawab saja:
karena bapakku orang berani
terus melawan meski sendiri
bapakku belum mati
dan akan segera kembali

jawa timur, april 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s