Sepenggal Kisah 12/04/17 Malam

“Nah, masih kurang lima ratus yah,” ujar akang penjaga warkop seraya memberikan uang kembalian lebih di atas meja warkop sederhana itu. “Duh lah ngutang deui euy,” keluhku mendapati uang kembalian lebih yang kata lainnya adalah lagi-lagi aku kembali berhutang. “Kamu memang selalu kurang di hadapan Jurig,” celetuk si akang asal. Jurig adalah sapaan akrab si akang ke setiap pengunjung di warkop remang-remang bernuansa hijau itu. Yang dimaksudkannya jurig di celetukannya tadi adalah panggilan akrab untuk dirinya sendiri. “Maha jurig memang si akang mah lah,” tutupku di akhir cerita singkat warkop remang-remang itu tadi malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s