Aroma Melati

“tiada yang kulihat
selain keindahan,”

ucap bibi Zainab
tentang kakanda tercinta

empat belas abad waktu berlalu
semenjak gugusan melati berguguran
namun tanahnya terus mengharum
menembus ruang dan zaman

aliran air serta terik matahari
selalu mampu menyayat hati
karena mata dan telinga
tak kuasa ‘tuk menahan duka

gejolak jerit dalam dada
sering tiupkan angin kerinduan
hempaskan kesadaran
menarik pada pusaran cinta

semerbak wewangian melati
datangkan berbagai imaji
haru ayahanda seorang yatim
temui melati di telaga kautsar

mengingat semerbak bunda Zahra
tak pupus batin berkata
“tiada yang kulihat
selain keindahan”

Malang. 17 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s