Catatan Sebelas Maret

terkadang kubertanya
untuk apa detikku bergerak
sementara tiada yang mampu berikan jawab
dari huruf-huruf linglung yang kuutarakan

kulihat orang-orang mencari nafkah
sebagian bekerja dan berpasrah
sebagian menerkam yang di sebelah
nurani tak pernah temukan tempat untuk berarah

terkadang kuberpikir
untuk apa menjadi ada
dan sungguh pun aku tak pernah mengerti
mengapa kumencari keberadaan

kulihat sejarah kekuasaan
serta panggung perpolitikan
selalu penuh intrik dan penindasan
dengan berbagai macam sikap alasan

aku tak pernah mengerti
makna prestasi dan apresiasi
karena itu tak pernah jadi solusi
atas perilaku lintah di muka bumi

kulihat manusia saling bersiteru
dengan klaim kebenaran saling membunuh
banyak yang mati menjadi debu
karena pendapat terus beradu

terkadang ku lupa cara mencinta
tersesat dalam labirin tanya mencari makna
terkadang ingin ku menjadi makhluk yang bebas
seperti burung-burung di bawah atap horizon

lalu kulihat potret serigala tanpa kawanan
yang berjalan susuri malam di antara hutan
juga dedaunan yang jatuh berguguran
yang terjatuh terpisah dari dahan

sungguh bahagia yang menjumpa maut di kala muda
tinggalkan semua hingar keramaian
berjatuh dalam dekap ketiadaan
bertemu rindu dalam tiadanya

11 maret 2017

Advertisements