Di Muka Jendela Loteng Altar Kesunyian

kuingat kita pernah begitu akrab
selalu berkumpul bersama seperti koloni cilik
untuk berbagi kisah setiap hari

rasanya waktu itu halaman halaman kisah kita tak pernah usai
kita bermain bola plastik di taman
mengobrol ria sepulang sekolah
atau menghabiskan malam di rumah seorang kawan
selalu ada kisah kebersamaan di setiap lembar waktu yang telah berlalu itu

tak ada yang menyangka, begitu pun aku
kemudian satu per satu kita menghilang dari buku cerita
pun tiba saatku kala itu
untuk berjalan melanjutkan alur jalan kisahku
berpisah dari kawanan koloni cilik kita dulu
persimpangan itu tiba tanpa ada yang menduga
dan kita pun terus berjalan
untuk meneruskan perjalanan panjang masing masing

duduklah sebentar di sini kawan
mari kita berbincang ria tentang semua kisah kita
beratapkan kelap kelip langit yang bertabur bintang bintang
ditemani senandung angin malam dan cerita cerita kita
beralaskan rerumputan taman yang pernah begitu akrab dengan telapak telapak kaki kita dulu

aku mengingat
kita pernah duduk bersama semalam suntuk di sini
saling bertukar cerita
tentang impian impian kita

dan sekarang aku di sini kawan
duduk seorang diri di antara rerumputan taman di masa lalu
menghadirkan sukma di pelupuk ingatan
senandungkan kidung syukur atas semua lembaran kenangan
syahdu menatap langit menembus ruang waktu
di muka jendela loteng altar kesunyian

malang, 3 maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s