Re: Apa yang Berharga dari Puisiku

Apa yang berharga dari puisiku
Kalau zaman selalu menuntut uang
Sementara keringatku tak kunjung lunasi utang
Apa yang berharga dari puisiku
Kalau ibu masih saja harus berpuasa
karena uang yang ada tak seberapa
Jika setiap malamnya selalu dipenuhi isak tangis
karena beban yang semakin menumpuk dipundaknya
hanya pundaknya sendiri
Apa yang berharga dari puisiku
Kalau beasiswa hanya untuk yang punya nilai
Sementara untuk sekolahku hanya dibiayai pemerintah
Dan angka raporku semakin menjepit posisiku
Seakan berkata cepatlah keluar dari kriteria penerima
Apa yang berharga dari puisiku
Kalau masih saja aku membinatang
Jauh dari kemanusiaan yang selalu kuserukan
Selalu saja mendurhaka kepada semua
Juga kepada harga diriku sendiri
Apa yang berharga dari puisiku
Serta dari idealisme yang kupertahankan
Kalau aku terus berlagak menolong orang
Padahal menolong keadaan sendiri pun kesulitan
Salahkan aku dengan idealismeku?
Juga dengan kegemaranku membaca?
Juga dengan payahku dalam perantauan?
Juga dengan komitmenku mencari ilmu?
Salahkah aku dengan keyakinanku?

Apa guna bisa beretorika
Kalau tak bisa penuhi kebutuhan
Kalau tak bisa menghapus air matanya
Apa guna melestarikan budhi
Kalau banyaknya ikatan malah menjadi beban
Kalau keadaan senantiasa mencekik
Sementara keringatku seakan tak mampu merubahnya

ketawaggede-malang, 18 februari 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s