Kawan Berbatik Lusuh

Sujana orang yang agak malu berbicara akrab
dengan orang-orang yang tak begitu dekat dengannya
ia bukan orang yang populer
maupun aktif berorganisasi
ia hanya seorang perantau yang gemar membaca

ia selalu datang ke kelas
dengan kedua batik lusuhnya
warna kedua batiknya sudah luntur
terlebih bagian atasnya yang sangat memudar
kerahnya juga sudah sobek-sobek
jeansnya pun seperti tak pernah diganti
tapi kelihatannya ia tak peduli dengan penampilannya
sebab itu tak membuatnya minder untuk aktif di setiap kelas
ia bilang selalu meminum kopi sebelum kelas tiba
agar nanti tidak tertidur di kelas
karena ia tak mau melewatkan kelas dengan tidur pulas
akan sia-sia katanya

namun Sujana tetaplah Sujana
yang selalu seorang diri kalau pergi kemana mana
meskipun dimana mana juga banyak yang menyapanya
yang kadang tak dikenalinya
karena lupa siapa kawan yang melempar sapa

itulah Sujana
seorang kawan penerima beasiswa
yang kelihatannya tak peduli dengan penampilannya
yang sering tertangkap sedang membaca sambil berjalan
yang sepertinya banyak digunjingkan orang di belakangnya
tapi ia seperti tak pernah peduli
kemiskinan tak pernah memadamkan semangat belajarnya

Sujana selalu bisa membuatku bercerita
pada sosoknya yang jenaka
meski ia tak pernah mau menceritakan
segala susah yang menderanya

aku hanya berharap
agar cita-citanya tersampaikan
untuk mensejahterakan orang tuanya
agar semua bebannya terangkat
atas semua jerih payah dan keringatnya

malang, februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s