Re: Tentang Overdosis*

Sedikit curcol, jadi tadi siang setelah mata saya agak letih karena terus menerus membaca pelajaran kuliah yang akan datang di semester mendatang hari senin nanti mulai pagi tadi, iseng-iseng saya stalking tulisan-tulisan seorang kawan sma yang dari dulu selalu mengajarkan saya banyak hal -baik ngajarin langsung maupun ga langsung.

Dulu memang tulisan kawan saya ini agak diburu kawan-kawan lain juga, karena memang di samping sense of humor-nya yang renyah, tutur katanya sederhana dan cukup membuka kesadaran dari hal-hal di sekitar yang sekilas sepele di mata orang. Tulisannya juga mudah dicerna oleh pembaca dari kalangan mana saja. Tapi belakangan selepas sma, dia mulai jarang berceloteh di sosial media. Entah apa yang membuatnya berhenti menuangkan pikirannya itu, membuat saya lupa betapa dulu saya menyukai tulisan-tulisannya yang apa adanya itu. Benar-benar menyenangkan rasanya waktu itu bertadabbur dengan tulisan-tulisan singkatnya.

Kembali ke cerita siang ini, setelah sekian lama absen melihat buah pikirannya, saya menemukan tulisannya mengenai “overdosis”. Overdosis di sini bukan overdosis obat-obatan, akantetapi overdosis dari salah satu ketiga aspek perilaku manusia, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam tulisannya, ia menyampaikan bahwa jangan sampai terjadi ketidakseimbangan dalam kita bersikap dari ketiga aspek tersebut. Gamblangnya saya copas tulisan aslinya:

“tentang overdosis..bagi saya…kita usahain, jgn ada yg overdosis koginitif yg lebih mengandalkan bicara berbagai pengetahuan tapi minim pergerakan, atau juga overdosis afeksi yg selalu dipentingkan tentang perasaan, atau bisa jadi overdosis psikomotorik yg lebih terkesan ‘babu’ yg banyak kerja…semua tiga tadi harus seimbang dibawa dalam kehidupan kita kan~”

Tulisan ini mungkin singkat, tapi cukup nggaplok. Pasalnya ga sedikit orang yang terjebak di salah satu ketidakseimbangan ini, ya termasuk saya ini huehehe

Saya nangkep emang karakter orang itu bermacam-macam -baik itu bawaan atau yang terbentuk karena lingkungan sosial dan semacamnya. Ini yang menyebabkan warna-warni yang kita lihat di dalam sosial kemasyarakatan. Selain dari faktor karakter seseorang, situasi-kondisi yang terjadi di sekitar orang yang bersangkutan juga menentukan sikap yang akan diambilnya, sikapnya secara keseluruhan.

Ada sebagian orang yang mempunyai berbagai keterbatasan (waktu, daya, dsb) untuk “bergerak” secara seimbang dari ketiga aspek tsb. Misal ada yang terbentur dengan berbagai aktifitas yang menyebabkan ia tak bisa terjun langsung menyentuh “lapangan main”-nya, ada juga yang mempunyai keterbatasan daya dan pemikiran namun memiliki EQ yang mayor sehingga hanya bisa mengungkapkan analisis-analisis perasaan saja, ada juga yang driven model pemikirannya cenderung kurang cocok dengan hal-hal yang non praktis sehingga waktu, tenaga serta pikirannya banyak terkuras di tatanan praktis.

Itu tidak sepenuhnya saya salahkan, saya cukup mafhum dengan berbagai corak sosial yang ada di antara masing-masing individu. Tapi khususnya buat saya sendiri, sebaiknya kita tidak “mabuk” dengan aktifitas mayor kita, sehingga kita banyak terlupa untuk menghidupkan ketiga aspek pola sikap tersebut secara seimbang. Seyogianya kita senantiasa untuk tetap berusaha berpola sikap secara seimbang meski di dalam segala keterbatasan yang kita miliki.

Terakhir untukmu hei kawan, makasih udah nyadarin saya siang tadi. Moga-moga aja sadarnya bisa terus-terusan alias kagak kelupaan lagi heuheu. Tulisan ini merupakan bentuk terima kasih saya untuk semua yang kau ajarkan selama ini semenjak awal pertemuan kita. Kau mungkin bukan orang yang sempurna, begitu pula saya. Namun dari berbagai kekurangan saya, perkenankan saya menyanjungmu dengan tulisan muter-muter satu ini. Kamu memang seorang pejuang dan pengajar sejati. Maafkan kalau selama ini saya bersikap cukup menyebalkan dan merisihkan yaa
Semoga kita semua bisa bermanfaat bagi orang banyak di masa depan kelak.

Hatur nuhun lur! 🙂

Wallahu a’lam bisshawab-

*) all credits goes to him, the one who write the main idea of this ngalor-ngidul thing~
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s