Re: Para Penyair Adalah Pertapa Agung*

apa yang berbeda dari sebelum era 90 an
dengan zaman sekarang?
kebebasan berpendapat?
tetap saja
para penyair adalah pertapa agung
puisi tak selayaknya menyentuh rakyat tak berpunya
orang-orang desa tak punya harga jual
untuk menjadi komoditas pasar
maupun nilai-nilai “luhur” sastra
rakyat kumuh tak cocok disandingkan dengan sastra
perjuangan?
apalagi
apa
dan siapa
yang perlu diperjuangkan?

penyair sudah punya tanah tapanya
tuhan?
estetika?
seni?
filsafat?
cinta?
perbedaan zaman memang tak berguna
untuk para pertapa di dalam candi
kelima inderanya hanya untuk tuhan
sastra
sastra?
tak perlu menyentuh lapisan masyarakat

puisi tak perlu bicara soal rakyat kecil
maupun perjuangan orang-orang yang masih tertindas

maka biarkanlah
para penyair
dalam hening tapanya
puisi jangan ganggu para pertapa agung

ketawanggede, malang, 16 februari 17

*) Anggap saja ini gema zaman ini dari karya Wiji Thukul silam
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s