Jalan Raya Bangil-Pandaan

perantauan mendadak itu
menyampaikanku kepada sebuah sekolah
di daerah pedesaan
di antara hamparan sawah
serta rerumputan dan perkebunan

temperaturnya memang panas
membuat begitu banyak keringat mengalir
namun masyarakat dan suasananya
selalu menyejukkan
serta membuatku merindu

daerah yang tak kukenal itu
kini begitu lekat pada ingatan
mengalun syahdu pada perasaan

daerah yang tak begitu dikenal itu
selalu kurindukan
panasnya
kesederhanaannya
langit luasnya
hamparan sawahnya
rindang perkebunannya
deru keretanya

namun yang membuat hati begitu terpaut
adalah sesosok guru
di bawah kubah hijau
yang kini
beristirahat di sana
bisirril faatihah…

16 februari 17, malang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s