Bu

perempuan ini biasa kupanggil mama
tapi aku lebih suka menulisnya ibu
ya, dia ibuku
seorang cerdas
seorang aktifis pramuka
seorang aktifis agama

idealismenya mengalahkan hasratnya
perjuangan adalah segalanya untuknya
ya, dialah ibuku
yang sekarang ditinggal ketiga anaknya
merantau mencari ilmu
tanpa seorang pun di sisinya

ibu selalu mengajarkanku
untuk merindu kematian
dan doktrin itu mungkin berhasil
syahadah adalah tujuan
yang kutunggu dengan menggebu
tapi bu
entah mengapa aku tak rela
jika harus kehilangan dirimu
bu
berapa banyak pun tangan terulur
untuk memapahku, kakak dan adik,
hanya kaulah satu-satunya sandaranku

mungkin perasaan kita sulit terpaut
namun bu
kau tak tergantikan
oleh siapapun
sesempurna apapun
karena engkaulah
segalaku

malang, 16 februari 17. 10.38

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s