Sesajak Buat Sang Penyair Pelo

aku adalah anak kemarin sore
yang baru mengenal kata perjuangan,
pergerakan serta perlawanan atas kezaliman

aku adalah anak kemarin sore
yang baru mengenal rangkai kata
dalam pakaian bernama sajak

aku adalah anak kemarin sore
yang terkagum dengan isi hatimu
yang tertuang pada kertas usang buku bajakan

aku larut dalam pencarian
akan jatidiri dan makna hidup

beragam sajak telah kubaca
membuatku terpana
mendorongku
bersandiwara menjadi mereka
tapi hidup dalam kepura-puraan
sangatlah melelahkan

sesaat kemudian
sampailah aku pada geloramu
pada kata-kata polosmu
yang terbebas dari belenggu aturan
bertopeng sastra bahasa
pula kubaca jeritan putrimu
pula kudengar senandung putramu
dan semakin tergerak hatiku
untuk meneruskan perjuanganmu

pada akhirnya
sajak-sajakmu menyadarkanku
untuk berhenti berlagak dewa
dan menjadi diri sendiri
itu cukup melegakan
bahkan sangat melegakan

dan hari ini
pada malam aku terbangun
tak bisa kulanjutkan lelapku
sebelum kutuangkan
seluruh ledakan aksara ini
sampai azan subuh telah berlalu
cukuplah ungkapan mbulet ini
menjadi terima kasihku
hari ini
kulepaskan semua topeng kemunafikan
berbalut kata-kata indah yang menidurkan
hari ini
kutulis dengan kata-kataku sendiri
sebagai guratan pikiranku sendiri

perjuanganmu takkan terhenti
sebab kata-katamu tidaklah mati
dan senantiasa membakar jiwa-jiwa
yang mencari makna
kebebasan-kebenaran-kesejahteraan

maka teruntukmu,
beristirahatlah

malang, 12 februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s