Dalam Pengucilan

aku terbiasa dengan pengucilan
semenjak smp
tidak ikut serta contek mencontek
membuatku selalu pulang dengan olok-olok

perbedaan pandangan pun menjadi celah
bagi orang lain
untuk terus melakukan bullying
kepadaku

orang yang tidak suka
denganku
senang melihatku
dalam olok-olok

selalu ada orang semacam itu
semenjak aku smp
hingga sekarang
sampai aku bingung

“Lantas kamu mau apa?”
tanyaku dalam hati
adakah yang salah
dari pola lakuku

jika kau merasakannya
maka katakanlah
dengan tutur kata yang jelas
bukan dengan pengucilan

namun

dalam setiap pengucilan
dalam setiap olok-olok
dalam setiap obrolan belakang
dalam setiap tindak bullying

dalam setiap ketidaksempurnaan sikapku
dalam setiap kekanakanku
dalam setiap kebingunganku
dalam setiap kesendirianku

aku tetap menulis
dan berharap
menulis bisa merubahku
serta merubah dunia

ketawanggede, 9 februari 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s