Detak Waktu

tik tok tik tok
jarum waktu terus berdetak
terus bergerak maju
tak peduli dengan nyawa yang tertinggal

tik tok tik tok
jarum waktu terus berdetak
tinggalkan jeritan jeritan parau
serta darah yang tertumpah dimana mana

tik tok tik tok
jarum waktu tak pernah berhenti
mengantarkan jiwa jiwa yang malang
menuju gerbang takdir

tik tok tik tok
waktu selalu setia dengan mutlaknya
juga setia pada relativitasnya
menjawab semua pertanyaan bimbang

tik tok tik tok
hari ini selalu menjadi sejarah
dan hari hari selanjutnya tinggal menunggu jatah
esok-sekarang-hilang

tik tok tik tok
jarum waktu terus berdetak
tik tok tik
tok tik
tok
siapa yang mati setelah ini

ketawanggede, malang, februari 2017

Advertisements

Sebuah Pesan

pernahkah kau merasakan
bermain peran sebagai boneka
rasanya sangat tidak menyenangkan
waktu-umur
tenaga-pikiran
semua terbuang sia sia
hangus begitu saja

orang-orang yang bersembunyi
di balik harapan para pejuang
orang-orang yang berkedok
di balik manisnya ungkapan idealis
orang-orang yang bermake-up ria
dengan lipstick dan tongkat keagungannya

orang-orang yang memperalat orang lain
adalah para bajingan
yang paling membuatku muak

dengan rasa muak ini
kutuliskan pesan untuk mengingatkan
kepada kawan kawan seperjuangan
agar seksama dalam memperhatikan
gerak gerik awan di langit
juga arah angin yang berhembus
serta nyanyian alam seluruhnya
ketahuilah
mereka semua memperingatkan
akan badai yang meluluhlantahkan

27 februari 2017

Mencari Aku

siapakah aku
apakah aku makhluk dengan nama
yang diberikan kedua orang tuaku
kepadaku

apakah aku
apakah aku sebuah entitas
yang disebut dengan manusia
apakah aku makhluk hidup semata

apa itu makhluk hidup
dan apa itu manusia

aku berjalan
dari kota ke kota
mencari tahu siapa diriku
namun tiada yang bisa menjawab gundahku

aku bertemu
dengan manusia manusia lainnya
dan bertanya tanya
inikah yang disebut manusia

dari segala hal yang aku temui
sebuah pertanyaan kembali muncul di benakku:

apakah aku sekadar makhluk hidup
ataukah aku hanya hasil produksi
dari pabrik industri bernama zaman

februari 17

Bagiku

Aku selalu tahu
Lika-liku kehidupan
Tak pernah seindah
Dan sehitam-putih
Rasi bintang di angkasa raya

Aku selalu tahu
Dibalik awan mendung
Matahari selalu bersinar
Dan kala badai berlalu
Garis garis cahyanya kan menerangi bumi perlahan

Dan aku selalu tahu
Hidup itu bagaikan laut di tepi pantai
Kadang pasang kadang surut
Biar bagaimanapun keadaannya bagiku yang terpenting
Nyanyian burung burung takkan pernah berdusta

malang, 26 februari

Sajak Kata

tidakkah kata adalah gugusan aksara
yang dihimpun
pemikiran
dan pemikiran
merupakan hasil
dari proses telaah yang mendalam
adakah kata sejati makhluk
yang terbebas belenggu raga
ataukah kata hanya “alat”
‘tuk berdandan ria saja

namun kata adalah makna
saat menjelma realita
saat berjumpa keadilan
namun kata menjadi hampa
saat maut menjemput paksa
saat berakhir
sebagai konsepsi
belaka

23 februari 17

Kidung Tafakkur

Kita adalah titik embun di pagi hari
Kita adalah semburat oranye berselimut senja
Kita adalah hening malam yang membuat semua mata terpejam
Kita adalah semesta yang menculik makhluk ke alam cinta

2017

Sebelum Hiatus

Lagi-lagi batinku berceloteh
Bersenandung tak kunjung henti
Menyanyikan sebuah lagu singkat
Dari apa-apa yang sering kubaca:

Buat apa berkata-kata
Kalau tak memiliki makna
Pula sulit dipahami manusia
Lantas untuk apa diutarakan?

Buat apa berkata-kata
Kalau hanya untuk berestetika
Hanya menyanjung keindahan
Tanpa pesan konkrit yang disampaikan

Kata-kata lahir
Untuk memperdengarkan kepada telinga yang terjaga
Bukan hanya untuk meninabobokkan saja
Kata-kata lahir untuk membangunkan!