Jatidiri yang Semakin Terdegradasi

Tak terasa sekarang sudah masuk ke tahun 2017 ya? Teknologi berkembang pesat dan semakin canggih. Pesawat-pesawat sederhana yang diciptakan para pakar untuk mempermudah masyarakat sudah seakan menyatu dengan kehidupan manusia sendiri.

Sekarang informasi beredar dengan begitu cepatnya seperti salah satu ucapan pada komik Lucky Luke, dimana informasi menyebar lebih cepat ketimbang lesat peluru. Kata informasi yang saya bahas disini jangan diartikan secara sempit sebagai rentetan tulisan yang berisi berita maupun pengetahuan, karena bahkan konser yang biasa kita tonton di youtube pun termasuk informasi lho.

Yah, setiap orang memiliki selera masing-masing dalam mengkonsumsi informasi yang beredar. Sah-sah saja jika seseorang mengkonsumsi informasi-informasi yang ia senangi saja. Tak ada yang melarang, toh ini juga kan era dimana hak asasi manusia dijunjung tinggi kan?

Tapi yang jadi masalah itu gini, banyak di antara kita yang terlalu membuka lebar gerbang perkembangan informasi sehingga informasi yang datang dari luar meledak di tengah-tengah masyarakat. Bicara soal jatidiri, tak jarang bahkan ledakan informasi itu membumi hanguskan identitas masyarakat itu sendiri.

Karena pada dasarnya budaya itu bersifat komplementer sebagaimana sifat manusia sebagai makhluk sosial yang melengkapi satu sama lain, tiap budaya memiliki nilai positif dan nilai negatifnya masing-masing. Ketika masyarakat sudah sampai pada titik dimana kebudayaan sendiri sudah tidak diindahkan karena terlalu mensucikan kebudayaan yang diimport dari luar, yang terjadi adalah krisis jatidiri.

Identitas diri hilang entah kemana, masyarakat sendiri tak ubahnya sebagaimana orang-orang mancanegara yang menurut saya kelewat liberal, self-oriented. Sementara di sisi lain saya melihat masyarakat kita yang cenderung ketimuran dengan budaya berkelompok kurang cocok dengan western culture ini yang meski sebagian berkulit budaya dari negara-negara asia sebagai wilayah timur, seperti negara-negara asia timur sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di region asia maupun timur tengah sebagai pusat perkembangan ajaran west religions (yahudi, nasrani dan islam) yang memiliki penganut lebih banyak ketimbang east religions (hindu, buddha, kong hu chu, dst) namun sudah sarat neoliberalisme yang terwesternisasi.

Baik dari segi entertainment ecek-ecek sampai ke ranah politik, negeri kita sudah semakin kehilangan identitas diri karena terlalu mengagungkan perkembangan informasi yang berasal dari luar negeri. Seakan silau dengan kemilau dunia luar, lupa dengan tanah dimana bayangan sendiri berada hingga akhirnya bayangan itupun melenyap bersama dengan hilangnya tanah berpijak. Akhirnya? Ketidak cocokan budaya menyebabkan masyarakat berbagai kelas kalang kabut, social chaos.

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, budaya kita pun memiliki berbagai kekurangan sebagaimana kebudayaan-kebudayaan lainnya yang berasal dari luar negeri. Toh perkembangan pengetahuan dan teknologi pun berasal dari luar negeri, sehingga jika kita menutup akses dunia luar secara mutlak jelas kita akan menjadi negara tertinggal dibanding negara-negara lainnya.

Namun hendaknya kita tidak lupa daratan. Sebagaimana nenek moyang kita yang lahir, besar bersosial masyarakat dengan budaya sendiri sebagai budaya mayor dalam asimilasi budaya yang ditumbuh kembangkan dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya kita kembali menengok kembali kepada kebudayaan-kebudayaan asli kita yang semakin berpunah.

Kalau bukan kita yang melestarikan kebudayaan, siapa lagi yang akan melestarikannya? Karena jika sampai kebudayaan kita berpunah, berpunah pula sebagian kekayaan nilai sosial kebudayaan yang ada di seluruh dunia.

Dan yang paling mencolok, takkan kita temui lagi keluhuran budi pekerti antar masyarakat sebagai ciri khas kebudayaan asli tanah air. Pilihan ada di tangan kita untuk melestarikan, atau melepaskan genggam, membuangnya begitu saja.

Wallahu a’lam bisshawab, rahayu.

Salam hangat-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s