(Lagi-lagi) Memulai Bersosial Media

Karena saya tidak berminat menyebar-iklankan homepage saya secara massal (buat apa juga toh), saya anggap semua yang berkunjung ke homepage ini adalah orang-orang yang telah mengenal saya -baik itu di dunia nyata, maupun di dunia maya. Jadi mari lewati saja bagian perkenalan diri dan semacamnya.

Seperti yang kawan pembaca ketahui sebelumnya, sebentar-sebentar akun sosial media saya hidup, sebentar-sebentar mati. Kadang ada nama sama foto aslinya, tau-tau sudah hilang berganti nama pena dan foto komik. Yah, sebegitu pragmatiknyalah saya menerima pemikiran-pemikiran dari luar yang membuat saya menghidup-mati kan, serta berganti-ganti identitas maya heuheu. Tulisan ini merupakan latar belakang saya kembali menulis terbuka di sosial media dengan identitas asli saya.

Salah satu alasan saya tidak cukup bersosialita waktu itu (baca: menghindari sosial media dengan identitas asli) karena saya cukup phobia dengan profiling. Profiling sendiri sejauh yang saya ketahui, membuat identitas kita ter-track oleh semua orang (termasuk yang tidak kita kenal) melalui profil sosial media kita (termasuk tulisan, data diri, foto, dsb). Orang dengan mudahnya mengetahui bahkan menganalisa kepribadian kita melalui akun sosial media kita. Cukup ketik nama kita di search engine, buka link yang menyambungkan dengan profil kita di berbagai sosial media dan voila, orang-orang dapat mengetahui dan menyelidiki kepribadian kita. Melalui berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan beberapa waktu silam, saya memutuskan untuk menghapus data-data saya yang beredar di internet (akun sosial media dan semua yang tersambung dengannya). Sedikit banyak sebenarnya saya masih bersosial media sih, namun untuk urusan identitas saya perketat seketat-ketatnya. Hanya akun line yang menggunakan nama dan foto asli, itu pun nama panggilan saja. Kenapa saya tidak menghindari line? Karena sejauh yang saya tahu, tidak mudah untuk orang yang benar-benar asing dan tidak memiliki koneksi dengan akun kita untuk sampai ke profil kita. Akun line pun tidak dapat di-track dengan mudah sesimpel melakukan pencarian para search engine. Itu membuat saya cukup merasa aman menggunakannya menggunakan identitas asli saya.

Saat ini (mungkin seterusnya), saya pikir sudah saatnya saya kembali bersosial media. Kita telah memasuki era informatika, dimana internet dan sosial media memiliki peranan cukup penting untuk merubah pola pikir seseorang serta dipergunakan berbagai macam orang dengan latar belakang dan tujuan masing-masing. Orang-orang yang lari dari perkembangan zaman (kasus saya, menghindari sosial media) akan tertinggal dalam banyak hal. Termasuk untuk ikut andil merubah pola pikir netizen, akhirnya saya putuskan untuk kembali bersosial media yang diawali dengan dibukanya homepage kecil wordpress ini. Pada era ini profiling terlalu sulit untuk dihindari, terlebih untuk seorang yang cukup gemar menulis seperti saya. Lagipula saya pikir buat apa “main petak umpet” terus-terusan? Pada suatu titik, para penulis sekaligus “pemain petak umpet” harus berani membuka identitasnya untuk berbagai macam alasan, termasuk untuk mempertanggungjawabkan apa-apa yang ia sebar-tuliskan melalui sosial media.

Untuk sementara waktu, hanya akun line dan homepage ini yang saya buka. Saya masih menunggu sedikit lagi momentum yang pas untuk kembali membuka akun facebook. Mengapa facebook? Karena selama ini baru facebook yang cukup leluasa untuk saya -yang tidak menggunakan smartphone, pergunakan menuangkan berbagai tulisan.

Untuk menghindari perubahan pola pikir menjadi “manusia statistik” yang mengejar angka-angka, saya juga tidak menampilkan semacam tombol follow, like dan hanya membuka tombol share pada tulisan tertentu di homepage ini. Harapannya sih, bisa menimalisir saya untuk berubah menjadi “manusia statistik” sehingga saya bisa bebas menulis tanpa terpaut pada statistik jumlah like, share dan semacamnya pada tulisan-tulisan lepas saya. Sebenarnya sih tulisan-tulisan di sini juga rencananya akan saya publish di berbagai akun sosial media lainnya yang tentu tetap saja ada tombol like dan sharenya. Yah, tapi barangkali dengan dihilangkannya kedua tombol itu di homepage ini bisa meminimalisir dampak dari kedua tombol tersebut yang sudah saya paparkan sebelumnya, hehehe

Akhir kata, terima kasih sudah berkunjung. Selamat membaca.

Salam hangat-

Edit: akun facebook sudah dibuka kembali. Linknya ada di kolom Contacts
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s