Monolog di Depan Cermin

dari atas lemari hitam kost mengambil cermin kecil ku
bercermin, ku tatap wajah lusuh di sana yang terpantul

tahukah kau, bayangan itu lah aku
yang melesu karna ambisi nan berbuah peluh

sampai kapan ku kejar dunia tak tentu
mengapa tak kunjung puas nafsu memburu

tiada lagi cerah ceria dalam cermin
wajah bercahya tiada lagi bersemi

apa yang salah
tidakkah semua kita lakukan segala

dan semua jalan harus bagai rencana
atau memang sudah ada yang mengaturnya

apa semua kita mulai menyaingi
kalam yang termaktub kuasa ilahi

 

(Ilmi, 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s