Sayap

filsuf sufi berlomba definisikan
cinta: konsep sakral tiada tara

semua berebut tuk persoalkan
segala alam dalam pikiran

meski tak paham akan kemana
akal pergi membawa arah

layak merpati dalam sangkar
terbelenggu dengan rantai

terlepas dari itu
hati terus menjenuh

asa telah jauh diterbangkan
namun daya tak mampu tuk menggapai

kita adalah ikarus:
dengan semangat melawan arus

kemudian terkapar di tengah laut
sayap tercecer hilangkan denyut

tapi jiwa tiada binasa
yang didamba kan selalu ada

tataplah cakrawala:
di sanalah Kirana berada

 

(Ilmi, 2016)

*) tulisan terpilih sebagai juara 1 lomba menulis puisi Brawijaya Muslim Week 2nd yang diselenggarakan tanggal 1-8 Oktober 2016 dengan judul asli Rindu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s